Juanita menusukkan jarumnya ke dalam sekeping kain putih berbentuk segi empat, kemudian meregangkan benang biru pada kain itu. Selama tiga hari, tangannya bergerak dengan tekun dan perlahan-lahan, menghasilkan serta mengetatkan setiap jahitan kecil yang berwarna-warni. Dua gugusan bunga—masing-masing terdiri dari tiga kuntum bunga dogwood merah jambu lengkap dengan daunnya—dijahit di kedua sisi seekor burung merak berwarna nilakandi dengan sayap yang memiliki pelbagai ton warna hijau. Juanita menyulam corak yang sama pada sehelai lagi sapu tangan (atau servilleta dalam bahasa Sepanyol) untuk adik perempuan saya, sebagai hadiah untuk memperingati ibu kami. Sulaman tangan tradisional Mexico buatannya sungguh indah dan unik.
Ramai orang mengagumi karya seni buatan tangan yang ditempah khas dan dihasilkan oleh penyulam seperti Juanita. Namun, dengan kebijaksanaan yang tiada tandingannya, Tuhanlah yang telah menciptakan kita dan mengurniakan kita kemampuan untuk berkarya. Penulis Mazmur 104 memuji kreativiti Tuhan yang tiada penghujung dan tandingannya. Dia bernyanyi, “Ya TUHAN, sungguh beraneka hasil kerja-Mu! Dengan bijaksana Engkau telah mencipta segala-galanya” (ayat 24). Tuhan menciptakan laut, “yang tidak terkira banyak isi di dalamnya” (ayat 25). Dia bahkan menciptakan Lewiatan (ayat 26), sejenis makhluk misteri yang hanya dapat kita bayangkan dengan rasa kagum. Semua makhluk bergantung pada Tuhan untuk kehidupan mereka, dan Dia memelihara serta menjaga segala yang diciptakan-Nya (ayat 27-30).
Apabila kita merenungkan semua ini, kagumilah betapa dalamnya kebijaksanaan, kreativiti, dan pemeliharaan-Nya. Pencipta kita yang bijaksana dan menciptakan segala sesuatu layak disembah dan dipuji selama kita hidup (ayat 33).
menciptakan segala sesuatu dan menjaga semua ciptaan-Mu dengan kebijaksanaan yang sempurna.
ILHAM
Mazmur 104 memuji Tuhan sebagai Pencipta segala sesuatu. Buku komentari The Bible Knowledge Commentary menyatakan: “Mazmur ini menggambarkan kuasa, hikmat, dan kebaikan Tuhan terhadap seluruh ciptaan-Nya. Pemazmur berbicara tentang Tuhan yang membentangkan langit dengan cahaya-Nya, menguasai lautan yang dalam, menghiasi bumi sebagai tempat kediaman manusia, mengatur siang dan malam untuk kehidupan, serta menyediakan laut bagi makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya.” Ciptaan Tuhan menjadi kesaksian tentang kebesaran-Nya dan memanggil kita untuk memberikan pujian kepada-Nya (Mazmur 19:1). Rasul Paulus juga menulis: “Sejak dunia diciptakan, sifat-sifat Allah yang tidak kelihatan, iaitu kuasa-Nya yang kekal dan keilahian-Nya … jelas ternyata serta difahami melalui segala ciptaan-Nya (Roma 1:20). Apabila kita memerhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Tuhan—keindahan alam dan kehidupan—kita dapat bergabung bersama pemazmur untuk memuji-Nya: “Aku akan menyanyi untuk TUHAN sepanjang hayatku; aku akan menyanyikan pujian untuk Allahku selagi aku hidup” (Mazmur 104:33).
